IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA

9 05 2007

Dalam upaya memastikan bahan kimia yang berbahaya ada di tempat kerja, maka perlu dilakukan identifikasi awal.

Identifikasi awal dapat dilakukan berdasarkan pada:

1.   Data bahan kimia yang diterima oleh pihak gudang.

2.   Bahan kimia yang biasa dipergunakan oleh suatu tempat kerja.

3.   Proses yang ada.

 
Identifikasi awal yang dilakukan secara umum memakai format berikut:

 
1.   Nama bahan kimia:

      Keperluan untuk ini jelas, tetapi nama populer ataupun nama merek harus di berikan sebagaimana nama kimianya. Hal ini seperti asam asetil salisilat yang berarti aspirin bagi ahli kimia, tidak membingungkan operator yang telah berpengalaman. Contoh lain adalah H2S bagi ahli kimia berarti hidrogen sulfida bagi insinyur, kalsium hipoklorit sama dengan kapur klor, fenol menjadi asam karbolat, dan soda kue menjadi soda bikarbonat. 

2.   Apa kondisi fisiknya?

      Obyek ini untuk menentukan secara sederhana apakah bahan kimia yang diterima berbentuk padat,cair, atau gas- bukan sifat fisik secara umum. Juga harus diperhatikan pada kondisi apa suatu bahan kimia berbentuk padat,cair, atau gas. Misalnya natrium hidroksida (NaOH) yang dapat dibeli sebagai padatan di drum atau larutan kuat di tankker atau drum; karbon dioksida dapat dibeli sebagai padatan,cairan, atau gas. Secara umum, panas masuk atau panas keluar diperlukan untuk pengubahan bentuk, sehingga identifikasi ini menentukan bagaimana dan dimana bahan kimia harus disimpan. Apakah matahari dan panas mempengaruhi? Apakah bahan itu akan membeku bila dibiarkan terbuka? Bila berbentuk padat, apakah berupa bubuk ? Perhatian harus diberikan jika bahan disimpan dalam bentuk yang stabil, seperti karbon dioksida yang disimpan dalam bentuk padat. Bahaya dapat terjadi karena beberapa hal, seperti temperatur yang naik dengan cepat karena kebakaran.dan emisi yang cepat karena kebocoran. Bila berupa cairan, kemana mengalirnya kebocoran? Dapatkah aliran dari drum ke lubang penampung (damp ground), atau membuat korosi internal bila disimpan dalam waktu lama?

3.   Apakah beracun?

·         Apakah menyebabkan akut?

·         Apakah menyebabkan kronis?

·         Apakah masuk melalui saluran makanan?

·         Apakah masuk melalui pernapasan?

·         Apakah masuk melalui absorpsi?

·         Apakah kadar toksisitas dapat segera ditentukan?

·         Berapakah nilai Ambang Batas (MAC) nya?

Klarifikasi antara kadar racun dengan bahaya harus dimengerti dengan jelas. Kadar racun bahan kimia adalah satu dari sipat-sipat alami nyang tidak dapat dihilangkan bila bahan kimia tersebut tetap sama rumus bangunnya, tetapi bahaya ditentukan oleh frekuensi dan lamanya pemaparan dan konsentrasi bahan kimia. Cedera tidak akan terjadi tanpa pemaparan konsentrasi yang diberikan dan rancangan dan operasi proses bahan kimia yang menentukan banyaknya pemaparan,konsentrasi dan lain-lain. Karenanya, dengan rancangan yang benar dan penanganan yang aman, bahaya dapat dihilangkan atau tanda-tanda potensinya dapat diredakan.  

Karena penggunaannya yang sangat umum, hampir dapat dikatakan bahwa semua mengetahui bahwa asam sulfat pekat merupakan cairan korosif yang dengan cepat dapat menghancurkan jaringan badan dan membuat luka bakar. Meskipun demikian, ratusan ton asam sulfat dimanipulasi,ditransfer, dan disimpan setiap hari tanpa bahaya yang besar. Hal ini disebabkan sifat-sifat racunnya telah diketahui dan difahami dan cara-cara pencegahan kecelakaannya telah dibuat. Hasil; kontak dengan asam sulfat terjadi dengan cepat dan akut, tetapi meskipun benzene dalam kuantitas sedikit dikulit tidak merupakan hal yang berbahaya, efek akumulatif dari sifat-sifatnya dapat memicu anemia yang serius dan kematian. 

Aspek lanjutan dari pertanyaan mengenai kadar racun dapat segera ditentukan dan apakah Nilai Ambang Batas (NAB) yang dinyatakan dalam bagian per juta, yang menyatakan kondisi yang karyawan dapat terpapar setiap hari tanpa mengalami efek yang berarti. Tetapi, peringatan harus diberikan bahwa NAB, dalam konteks yang benar, hanya dapat dinterpretasikan dengan benar oleh personil yang terlatih dalam higiene industri, dan tidak boleh digunakan sebagai:

  1. Indeks relatif atas bahaya atau kadar racun;
  2. Alat evaluasi pada gangguan polusi udara;
  3. Perkiraan potensi racun pada pemaparan terus-menerus yang tidak berhenti.

Meskipun bahaya yang terditeksi sebagai bau tidak dapat diyakinkan benar, tetapi tidak ada keraguan bahwa bau khas dari beberapa bahan kimia merupakan indikasi yang jelas akan adanya bahan kimia tersebut, meskipun bukan konsentrasinya. Berikut ini adalah bahaya dari pemantauan dengan orang. Sebagai contoh, bau dari klorin (Cl2 ) dapat dikenali dengan tercium pada konsentrasi yang sangat kecil, dan karena tidak ada efek iritasi yangnyata dalam waktu cepat, maka tidak ada tindakan perbaikan. Tetapi konsentrasi maksimum yang diperbolehkan untuk klorin di udara adalah satu bagian klorin per satu juta bagian udara untuk delepan jam pemaparan, dan konsentrasi terkecil yang dapat terditeksi oleh manusia pada umumnya adalah tiga sampai empat bagian klorin per satu juta bagian udara. Hal ini menunjukkan bahwa bila klorin tercium berarti ada instalasi yang perlu diperbaiki.

4.   Berapakah:     

             -   Densitas uap?

             -   Tekanan uap?

             -   Titik beku?

             -   Specific Gravity?

             -   Kelarutan dalam air? 

 

Pengetahuan atas kelima karakter fisik di atas memberikan fakta dan informasi yang terpisah dan berharga. Semua cairan akan menguap, tetapi kecepatan penguapannya tergantung pada suhu dan tekanan; secara umum cairan panas menguap lebih cepat daripada cairan dingin. Tekanan uap cairan dan larutan harus diperhatikan, terutama pada suhu ruang. Hal ini sangat penting bila menyimpan drum berisi cairan berbahaya. Kebocoran dari beberapa bahan kimia, dapat menimbulkan bahaya. Perbandinga berat jenis antara uap/gas dengan udara menunjukkan apakah uap pada suhu normal (0° C) dan tekanan normal (76cm-Hg) lebih padat atau lebih renggang daripada udara; karena uap itu akan naik ke atmosfir atau turun. Sebagai contoh adalah petroleum yang memiliki berat jenis 2,5. Kebocoran petroleum, setelah menguap pada suhu normal, membentik uap cenderung bergerak sepanjang permukaan. Beberapa kondisi yang mempengaruhi seperti kecepatan angin dan suhu sekitar membantu petrpleum menyebar cukup jauh dari lubang inpeksi, tetapi uap petroleum bergerak disepanjang lubang, menghasilkan atmosfir mudah meledak yang dapat menghasilkan bencana hanya dengan adanya letikan api.         

Pentingnya pengetahuan tentang specfic grafvity terlihat nyata saat menentukan tindakan yang hrus diambil saat menghadapi kebocoran besar. Perbandingan berat jenis bahan kimia dengan berat jenis air menunjakan apakah bahan kimia akan mengambang di atas air atau tenggelam. Semua cairan bocor diarahkan mencapai saluran buang, dan ledakan dibawah tanah akibat kontaminasi oleh cairan sangat mudah terbakar dapat membuat kerusakan hebat di area yang luas. Bahan tersebut contohnya adalah petroleum memiliki berat jenis 0,80, sehingga bocoran akan mengambang di atas air. Karenanya air tidak direkomendasikan sebagai bahan pemadam untuk kebakaran petroleum cair, karena air akan tenggelam di bawah petroleum, dan dengan naiknya volume cairan, maka akan cenderung memperlebar area kebakaran. Membiarkan petroleum keluar kesaluran buang hanya akan meningkatkan bahaya.  

Sebaliknya, bila cairan karbon disulfida yang sangat mudah terbakar, memiliki titik nyala yang rendah dan titiok bakar yang rendah, memiliki specific gravity 1,26 terbakar, maka dapat dikendalikan dengan menggunakan air yang cukup.  

Bila bahan kimia dapat larut dalam air, kebocoran apapun akan mudah bergabung karena dapat dijenuhkan dengan air dan setelah pencegahan yang layak telah dilakukan, dapat dikeluarkan ke sistem efluen.

Sehubungan dengan kemampuan pelarutan bahan kimia ke dalam air, harus pula diperhatikan bahaya yang mungkin terjadi pada beberapa bahan kimia. Beberapa kasus pernah terjadi yang menimbulkan cedera serius yang timbul akibat masuknya air ke dalam wadah kosong berbagai bahan kimia menyebabkan reaksi yang hebat. Sebagai contoh adalah fosfor klorida yang bukan bahan kimia korosif, tetapi setelah kontak dengan air atau uap air, akan bereaksi hebat, melepas panas dan uap klorosif asam klorida. Contoh lain adalah sejumlah natrium sianida dengan air di saluran buang. Reaksi antara natrium sianida dengan air di saluran buang memperbesar volume gas asam sianida yang mematikan. Bahan kimia seperti asam sulfat jika bercampur dengan air akan menghasilkan uap air yang cukup untuk menyebabkan semburan. Karenanya, kemempuan suatu bahan kimia untuk larut dalam air memerlukan penanganan yang tepat.

5.   Apa bahan yang inkompatibilitas?

Beberapa bahan kimia bereaksi hebat dengan bahan kimia lain dan bahan-bahan yang berhubungan tersebut disebut inkompatibel. Sebagai contoh adalah asetilene yang akan bereaksi hebat dengan klorin, Sehingga kecelakaan yang memungkinkan bergabingnya dua bahan kimia tersebut harus dicegah. Sama halnya dengan asam nitrat yang tidak boleh dibawa sampai kontak dengan cairan yang mudah terbakar. Bahaya sesungguhnya dari inkompatibilitas terjadi akibat kesalahan dalam melakukan asesmen, sehingga saat beberapa bahan kimia dibawa bersama-sama dengan kurang hati-hati, terjadi reaksi hebat, dan merusak pabrik dan personilnya. Kemungkinan akibat pencampuran yang tidak direncanakan harus selalu diawasi.

Bahan inkompabilitas lain adalah oksidator dan reduktor. Beberapa bahan kimia yang tidak terbakar mampu membantu dengan baik pembakaran saat berkombinasi dengan bahan kimia lain yang menghasilkan oksigan dalam jumlah yang besar. Tidak hanya atmosfir dengan cepat dipenuhi oleh oksigen, tetapi panas reaksi mungkin cukup untukj membuat pembakaran dan kebakaran dapat terjadi. Oksidsi adalah kombinasi oksigen bahan kimia denga bahan lain; dapat cepat atau lambat, dan bahan yang dengan cepat dapat memberikan oksigennya ke bahan lain disebut oksidator, seperti asam nitrat (HNO3), mangan oksida (MnO2), hidrogen peroksida (H2O2 ), dan asam kromat (CrO3).       

Sebaliknya, bahan yang mengambil oksigen dari senyawa dan kombinasinya disebut reduktor, seperti hidrogen, karbon,hidrokarbon, bahan organik, dan lain-lain.

Oksidasi dan reduksi adalah proses yang berlawanan yang selalu terjadi bersamaan, dan bahan yang inkompatibilitas seperti kalium permanganat  (KmnO4 ), yang merupakan oksidator kuat, bila tergabung dengan bubuk alumunium, yang merupakan reduktor kuat, dengan cepat mengibah sifat-sifat alamiahnya dengan memperlihatkan bahwa kedua bahan tidak boleh disimpan berdekatan.

6.   Apakah bahan mudah terbakar atau sangat mudah terbakar?

         -   Berapa titik nyalanya?

         -   Berapa batas LEL dan UEL nya?

         -   Berapa titk bakarnya?

7.   Tipe pemadam api apa yang harus digunakan?

8.   Alat pelindung diri apa yang harus digunakan?

9.   Sistem pencegahan lain?

 

Proses yang ada, selain proses yang sudah fix, yang berpotensi menyebabkan bahaya akibat bahan kimia antara lain adalah: 

1.      Pengelasan dalam ruang terbatas ( confined space), seperti di dalam tangki; akan menghasilkan NO, ozon, uap logam.

2.       Pengelasan , bila logam yang akan di las telah dibersihkan dengan chlorinated hydrocarbon (seperti CC4 ); akan menghasilkan NO, ozon, uap, fosgene,HC1.

3.      Dekomposisi bahan organik; akan menghasilkan hidrogen sulfida, amoniak,metana,CO2.

4.      Asam klorida, HC1, bila disimpan dalam wadah baja  ‘pickle’ , tidakhanya pengetahuan bagaimana menangani asam itu sendiri, tetapi juga evolusi hidrogen dalam proses dan sisa bahan yang tidak diinginkan karena tertinggal di wadah.

About these ads

Actions

Information

80 responses

31 07 2007
HNO3

i required the msds from HNO3

31 07 2007
H2SO4

i ask the msds from H2SO4

16 09 2007
lia

apa ja kegunaan asam sulfat di lab? dan bagai mana cara penetralisir asam sulfat?

19 09 2007
Chemcare Asia Indonesia

Dear Lia,

Kegunaan Asam Sulfat di Lab umumnya sebagai Reagent atau pereaksi yang umumnya digunakan di dalam suatu reaksi asam – basa atau reaksi lainnya. Asam sulfat banyak digunakan dalam industri. Cairan kental, amat korosif. Bereaksi dengan jaringan tubuh. Berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata. Bereaksi hebat dengan air dan mengeluarkan panas (eksotermis). Bereaksi pula dengan logam, kayu, pakaian dan zat organik. Uapnya amat iritatif terhadap saluran pernapasan.Cara menetralisir asam sulfat? Berikut saya copy dari MSDS nya.

TERTELAN

Untuk saran, hubungi Pusat Informasi Racun atau dokter dangan segera.
Perawatan rumah sakit dengan segera sepertinya dibutuhkan.
Jika tertelan JANGAN lakukan rangsangan untuk muntah.
Jika terjadi muntah-muntah, Sandarkan pasien kedepan atau tempatkan pada posisi miring ke kiri (posisi kepala kebawah, jika mungkin) untuk menjaga saluran pernafasan tetap terbuka dan mencegah aspirasi.
Amati pasien dengan seksama.
Jangan pernah memberi cairan kepada korban yang menunjukkan tanda-tanda mengantuk atau berkurangnya kesadaran; contohnya pingsan.
Berikan air untuk menyegarkan mulut lalu berikan cairan secara perlahan-lahan sebanyak yang korban dapat minum.
Bawa korban ke rumah sakit atau dokter segera.
MATA

Jika produk ini mengaalami kontak dengan mata:

Segera buka dan tahan kelopak mata kemudian bilas mata dengan air yang mengalir selama berkali-kali.
Pastikan pemberian air secara menyeluruh dengan cara membuka kelopak mata dan juga menggerakan kelopak mata dengan cara mengangkat kelopak mata bagian bawah dan atas secara berulang-ulang
Lanjutkan pembilasan sampai disarankan untuk berhenti oleh Pusat Informasi racun atau dokter, atau setidaknya selama 15 menit.
Kirim korban ke rumah sakit dengan segera tanpa ditunda.
Pelepasan lensa kontak setelah cedera mata terjadi sebaiknya hanya dilakukan oleh personil yang ahli.
KULIT

Jika terjadi kontak dengan kulit atau rambut:

Segera bilas tubuh dan pakaian dengan air dalam jumlah besar/banyak.
Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi, termasuk sepatu/alas kaki.
Basuh kulit dan rambut dengan air mengalir. Lanjutkan pembilasan dengan air sampai disarankan untuk berhenti oleh Pusat Informasi Racun atau dokter.
Kirim ke rumah sakit atau dokter.
TERHIRUP

Jika uap atau hasil pembakaran dari produk ini terhirup, pindahkan korban dari area yang terkontaminasi.
Baringkan korban. Jaga agar tetap hangat dan beristirahat.
Prostheses seperti gigi palsu, yang dapat menghalangi saluran pernafasan harus dilepaskan, jika hal ini memungkinkan, terutama untuk melakukan prosedur pertolongan pertama.
Lakukan pernafasan buatan jika korban tidak bernafas, lebih diutamakan dengan menggunakan alat bantu pernafasan, seperti demand valve resuscitator, bag valve mask device, atau pocket mask sebagaimana telah dilatih. Lakukan CPR jika diperlukan.
Bawa ke rumah sakit atau dokter.

CATATAN UNTUK DOKTER

Untuk pemaparan yang berulang dan dalam jangka pendek atau akut kepada asam kuat:

Permasalahan pada saluran pernafasan dapat dimulai dari edema laryngeal dan akibat pemaparan melalui penghirupan. Rawatlah segera dengan oksigen 100%.
Kesulitan pernapasan dapat memerlukan cricothyroidotomy jika intubasi endotracheal adalah ter-kontraindikasikan oleh bengkak berlebihan
Jalur intravena harus dibentuk dengan segera dalam semua kasus di mana ada bukti terjadi ganguan dalam peredaran.
Asam kuat menghasilkan suatu pengentalan nekrosis yang dicirikan oleh pembentukan suatu koagulat (eschar) sebagai hasil dessikasi dari asam pada protein di dalam jaringan spesifik.
PROSES PENCERNAAN:

Segera berikan larutan (air atau susu) direkomendasikan dalam 30 menit setelah proses pencernaan.
DILARANG mencoba menetralisasi asam karena reaksi eksotermik dapat memperluas luka-luka.
Hati-hati untuk menghindari muntahan lebih lanjut karena pemaparan kembali mukosa kepada asam adalah berbahaya. Batasi pemberian larutan hanya boleh 1 sampai 2 gelas untuk orang dewasa.
Arang/batu bara tidak boleh ada dalam hal manajemen asam.
Beberapa penulis menyarankan penggunaan lavage dalam 1 jam setelah proses pencernaan.
KULIT:
Luka pada kulit memerlukan irigasi larutan garam yang berlimpah.
Perlakukan luka bakar kimia seperti luka bakar lainnya dengan menggunakan kain kasa tipis yang tidak menempel.
MATA:

Luka/cedera pada mata memerlukan retraksi kelopak mata untuk memastikan irigasi secara menyeluruh pada konjuktiva cul-de-sacs. Irigasi harus berlangsung sedikitnya 20-30 menit. DILARANG menggunakan bahan penetralisasi atau zat aditif lain. Beberapa liter larutan garam mungkin diperlukan.
Tetes mata antibiotik Sikloplegik, (1% siklopentolat untuk penggunaan jangka pendek atau 5% homatropin untuk penggunaan jangka panjang), bahan/agen vasokonstriktif atau air mata tiruan mungkin diperlukan tergantung kepada tingkat keparahan dari luka.
Tetes mata Steroid hanya perlu diberikan dengan persetujuan setelah konsultasi dengan dokter mata. [Ellenhorn and Barceloux: Medical Toxicology]

27 09 2007
Evi Oktaviani

Mau nanya niy……
berat jenis asam sulfida brapa yah?
trus konsentrasi asam sulfida jenuh di air brapa?

Oya satu lagi,
klo air di masukkin ke dalam wadah yang terdapat asam sulfat pekat terjadi reaksi ga?
trus klo sebaliknya gmn?

Makasih yah….

27 09 2007
Evi Oktaviani

eh maaf salah, hidrogen sulfida

28 09 2007
Chemcare Asia Indonesia

Berikut data mengenai Hydrogen Sulfide:

APPEARANCE:
Colourless, highly flammable gas with a rotten egg odour at low concentrations, but has no odour above 200ppm due to olfactory fatigue and may give little warning of exposure. Burns in air with a blue flame. Usually transported as colourless liquid under pressure. Slightly soluble in water: 2.9% (g/g H2O) @ 20C. Soluble in Carbon disulfide.

PHYSICAL PROPERTIES
Mixes with water.
Toxic or noxious vapours/gas.
Molecular Weight: 34.08
Boiling Range (°C): -60.7
Melting Range (°C): -85.5
Specific Gravity (water=1): 1.54 g/l (0 C, 7
Solubility in water (g/L): Miscible
pH (as supplied): Not applicable
pH (1% solution): 4.5 (saturated)
Vapour Pressure (kPa): 2026.4
Volatile Component (%vol): 100
Evaporation Rate: Fast
Relative Vapour Density (air=1): 1.2
Flash Point (°C): -60 (closed cup
Lower Explosive Limit (%): 4.3
Upper Explosive Limit (%): 46
Autoignition Temp (°C): 260
Decomposition Temp (°C): Not available
State: Liquefied gas
Viscosity: Not available

Untuk H2SO4:
SELALU tambahakn bahan ke dalam air dan JANGAN menambahkan air ke dalam bahan. Penambahan Air ke dalam asam sulfat akan menghasilkan reaksi yang eksotermis / melepas panas yang cukup tinggi oleh sebab itu prosedur yg benar adalah selalu tambahkan bahan ke dalam air jangan sebaliknya.

Salam,
Chemcare Asia

14 10 2007
maiii

mau tanya…saya disuruh bikin karya tulis ttg pembuatan amonia menurut proses Haber Boasch……trus gurunya langsung pergi gtu…sebenernya disuruh ngapain y??skema ga ada di google ..trus sama ga ada penjelasan pembuatan asam sulfat menurut proses kontak…mohon bantuannya..terimakasih

19 10 2007
Chemcare Asia Indonesia

@ Maiii

Banyak kok literatur mengenai Proses Haber Bosch di Internet, salah satunya di Wikipedi, coba masuk ke http://id.wikipedia.org/wiki/Fritz_Haber
http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_nitrogen
http://upieks.wordpress.com/2007/04/05/process-pembuatan-gas-sintesis-amonia/

Untuk Proses Kontak, silahkan masuk ke:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sulfuric_acid
http://en.wikipedia.org/wiki/Contact_process
http://www.infoplease.com/ce6/sci/A0861350.html
Lebih lengkapnya disini:
http://www.patana.ac.th/parents/curriculum/chemistry/units/LR1702.html

Selama berlangsungnya proses kontak untuk membuat asam sulfat, belerang dioksida diubah menjadi belerang trioksida. Hal ini dilakukan dengan cara melewatkan belerang dioksida dan oksigen diatas padatan katalis vanadium(V) oksida.

Bagaimana jalannya reaksi

Hal ini merupakan contoh yang baik untuk melihat kemampuan logam transisi dan persenyawaannya untuk digunakan sebagai katalis karena kemampuan yang dimiliki oleh logam transisi dan persenyawaannya untuk mengubah tingkat oksidasinya (bilangan oksidasi).

Belerang dioksida di oksidasi menjadi belerang trioksida dengan vanadium(V) oksida. Pada saat proses berlangsung, vanadium(V) oksida di reduksi menjadi vanadium(IV) oksida.

Vanadium(IV) dioksida kemudian di oksidasi kembali oleh oksigen.

Meskipun katalis berubah-ubah selama proses reaksi berlangsung, pada akhir proses reaksi sifat kimia dari katalis tersebut sama dengan pada awal proses reaksi.

24 10 2007
Ika

Saya mo tanya :
1) MSDS NaOH itu apa aja
2) MSDS Na2SO3 itu apa aja
3) Komposisi batu bara apa aja

Terima kasih atas bantuannya. Mohon segera balasannya.

24 10 2007
Ika

tolong balasanya JUGA dikirim ke hama_ganteng9@yahoo.co.id
makasi

25 10 2007
Chemcare Asia Indonesia

@IKA:

Silahkan googling di internet banyak kok MSDS ttg bahan tersebut.

31 10 2007
rina

bagaimana cara membuat atau memurnikan kembali asam klorida dari limbah pickling gavanisasi celup panas? seperti sudah diketahui asam klorida digunakan untuk membersihkan karat pada material yang akan di galvanis

7 11 2007
putri

MOhon bantuannya, nih…
densitas steam sama dengan air, ya?
terima kasih atas jawabannya..

10 11 2007
rere

tanya donk tentang asam sianida, bahayanya yu pa ja baga industri jika banyak di gunakan.thanks yow>

11 11 2007
Hendra Suprapto. Mobil phone:0811783393

Salam buat semuanya,
Saya ingin tanya kepada semua yang membaca, Asam Sulfat yang terkontaminasi,berubah warna,misal jadi warna hitam,kuning dll,
Apakah apa cara untuk mengembalikan semula,putih atau jernih?

HCL/asam chlorida,memindahkan Hcl isi drum ke dalam jerigen, aga tidak berasap,bagaimana caranya?

Atas 2 bertanya ini,mohon kawan yg memahami,dapat menjelaskan,

Terima kasih banyak.

salam,
Hendra S

25 11 2007
imam

bagaimanakah sifat fisik dan kimia dari Na2S.9H2O, kelarutannya dalam air bagaimana? kalau tidak dapat larut dalam air, bagaimanakah cara melarutjkannya, mengingat, dalam keadaan normal S-2 tidak terdapat bebas dalam larutan air.
apabila larutan tersebut direaksikan dengan sianida apakah bisa? kalau bisa, apakah menggunakan katalisis. Apabila menggunakan katalisis, katalisnya apa? dan mengapa pakai katalis itu? tolong dibales ya..kalo bisa krim ke mams_ckp@yahoo.com

26 11 2007
Chemcare Asia Indonesia

@ Imam:

Silahkan dibaca dr MSDS yang disediakan berikut ini.

Section 2 – HAZARDS IDENTIFICATION

STATEMENT OF HAZARDOUS NATURE
HAZARDOUS SUBSTANCE. DANGEROUS GOODS. According to the Criteria of NOHSC, and the ADG Code.

POISONS SCHEDULE
S5

RISK

SAFETY
Contact with acids liberates toxic gas.
Keep locked up.
Causes burns.
Do not breathe dust.
Risk of serious damage to eyes.
Avoid contact with eyes.
Very toxic to aquatic organisms.
Wear suitable protective clothing.
Inhalation and/or ingestion may produce health damage*.
Use only in well ventilated areas.
Cumulative effects may result following exposure*.
Keep container in a well ventilated place.
Possible skin sensitiser*.
To clean the floor and all objects contaminated by this material use water.
* (limited evidence).
This material and its container must be disposed of in a safe way.
Take off immediately all contaminated clothing.
In case of accident or if you feel unwell IMMEDIATELY contact Doctor or Poisons Information Centre (show label if possible).
Use appropriate container to avoid environment contamination.
Avoid release to the environment. Refer to special instructions/ safety data sheets.
This material and its container must be disposed of as hazardous waste.

Section 3 – COMPOSITION / INFORMATION ON INGREDIENTS

NAME CAS RN %
sodium sulfide, hydrated >98
(hydrated with >30% water of crystallization)
NOTE: Readily decomposed by heat, acids to produce
hydrogen sulfide 7783-06-4
Contact with air produces
sodium thiosulfate 7772-98-7
sodium carbonate 497-19-8

Section 4 – FIRST AID MEASURES

SWALLOWED
DO NOT delay. For advice, contact a Poisons Information Centre or a doctor.

* If swallowed do NOT induce vomiting.
* If vomiting occurs, lean patient forward or place on left side (head-down position, if possible) to maintain open airway and prevent aspiration.
* Observe the patient carefully.
* Never give liquid to a person showing signs of being sleepy or with reduced awareness; i.e. becoming unconscious
* Give water to rinse out mouth, then provide liquid slowly and as much as casualty can comfortably drink.
* Seek medical advice.

EYE
If this product comes in contact with the eyes:

* Immediately hold eyelids apart and flush the eye continuously with running water.
* Ensure complete irrigation of the eye by keeping eyelids apart and away from eye and moving the eyelids by occasionally lifting the upper and lower lids.
* Continue flushing until advised to stop by the Poisons Information Centre or a doctor, or for at least 15 minutes.
* Transport to hospital or doctor without delay.
* Removal of contact lenses after an eye injury should only be undertaken by skilled personnel.

SKIN
If skin or hair contact occurs:

* Immediately flush body and clothes with large amounts of water, using safety shower if available.
* Quickly remove all contaminated clothing, including footwear.
* Wash skin and hair with running water. Continue flushing with water until advised to stop by the Poisons Information Centre.
* Transport to hospital, or doctor.

INHALED

* If fumes or combustion products are inhaled remove from contaminated area.
* Lay patient down. Keep warm and rested.
* Prostheses such as false teeth, which may block airway, should be removed, where possible, prior to initiating first aid procedures.
* Apply artificial respiration if not breathing, preferably with a demand valve resuscitator, bag-valve mask device, or pocket mask as trained. Perform CPR if necessary.
* Transport to hospital, or doctor, without delay.

NOTES TO PHYSICIAN
For exposures involving sulfides and hydrogen sulfide (including gastric acid decomposition products of alkaline sulfides):

* Hydrogen sulfide anion produces its major toxic effect through inhibition of cytochrome oxidases.
* Symptoms include profuse salivation, nausea, vomiting and diarrhea. Central nervous effects may include giddiness, headache, vertigo, amnesia, confusion and unconsciousness. Tachypnoea, palpitations, tachycardia, arrhythmia, sweating, weakness and muscle cramps may also indicate overexposure.

Treatment involves:

* If respirations are depressed, application of artificial respiration, administration of oxygen (continue after spontaneous breathing is established).
* For severe poisonings administer amyl nitrite and sodium nitrite (as for cyanide poisoning) but omit sodium thiosulfate injection.
* Atropine sulfate (0.6 mg intramuscularly) may contribute symptomatic relief.
* Conjunctivitis may be relieved by installation of 1 drop of olive-oil in each eye and sometimes by 3 drops of epinephrine solution (1:1000) at frequent intervals. Occasionally local anesthetics and hot and cold compresses are necessary to control pain.
* Antibiotics at first hint of pulmonary infection.

[Gosselin etal, Clinical Toxicology of Commercial Products].
For acute or short-term repeated exposures to highly alkaline materials:

* Respiratory stress is uncommon but present occasionally because of soft tissue edema.
* Unless endotracheal intubation can be accomplished under direct vision, cricothyroidotomy or tracheotomy may be necessary.
* Oxygen is given as indicated.
* The presence of shock suggests perforation and mandates an intravenous line and fluid administration.
* Damage due to alkaline corrosives occurs by liquefaction necrosis whereby the saponification of fats and solubilisation of proteins allow deep penetration into the tissue.

Alkalis continue to cause damage after exposure.
INGESTION:

* Milk and water are the preferred diluents

No more than 2 glasses of water should be given to an adult.

* Neutralising agents should never be given since exothermic heat reaction may compound injury.

* Catharsis and emesis are absolutely contra-indicated.
* Activated charcoal does not absorb alkali.
* Gastric lavage should not be used.
Supportive care involves the following:

* Withhold oral feedings initially.
* If endoscopy confirms transmucosal injury start steroids only within the first 48 hours.
* Carefully evaluate the amount of tissue necrosis before assessing the need for surgical intervention.
* Patients should be instructed to seek medical attention whenever they develop difficulty in swallowing (dysphagia).

SKIN AND EYE:

* Injury should be irrigated for 20-30 minutes.

Eye injuries require saline. [Ellenhorn & Barceloux: Medical Toxicology].

Section 5 – FIRE FIGHTING MEASURES

EXTINGUISHING MEDIA
Water spray or fog.
Foam.
Dry agent.
Carbon dioxide.
FIRE FIGHTING
Alert Fire Brigade and tell them location and nature of hazard.

* Wear full body protective clothing with breathing apparatus.
* Prevent, by any means available, spillage from entering drains or water courses.

Fight fire from a safe distance, with adequate cover.
Cool fire exposed containers with water spray from a protected location.
DO NOT approach containers suspected to be hot.
If safe to do so, remove containers from path of fire.
FIRE/EXPLOSION HAZARD

* Combustible.
* Slight fire hazard when exposed to heat or flame.
* Heating may cause expansion or decomposition leading to violent rupture of containers.
* May emit acrid smoke and corrosive fumes.

FIRE INCOMPATIBILITY

* Solid which exhibits difficult combustion or is difficult to ignite.
* Avoid generating dust, particularly clouds of dust in a confined or unventilated space as dusts may form an explosive mixture with air, and any source of ignition, i.e. flame or spark, will cause fire or explosion. Dust clouds generated by the fine grinding of the solid are a particular hazard; accumulations of fine dust may burn rapidly and fiercely if ignited.
* Dry dust can also be charged electrostatically by turbulence, pneumatic transport, pouring, in exhaust ducts and during transport.
* Build-up of electrostatic charge may be prevented by bonding and grounding.
* Powder handling equipment such as dust collectors, dryers and mills may require additional protection measures such as explosion venting.
* All movable parts coming in contact with this material should have a speed of less than 1-metre/sec.

Avoid contamination with strong oxidising agents as ignition may result.

HAZCHEM
2X

Personal Protective Equipment
Gas tight chemical resistant suit.

Section 6 – ACCIDENTAL RELEASE MEASURES

EMERGENCY PROCEDURES
MINOR SPILLS
Clean up all spills immediately.
Control personal contact by using protective equipment.
Shut off all possible sources of ignition and increase ventilation.
Use dry clean up procedures and avoid generating dust.
Place in clean drum then flush area with water.
Place spilled material in clean, dry, sealable, labelled container.
Wash spill area with large quantities of water.
MAJOR SPILLS
Clear area of personnel and move upwind.
.
DO NOT touch the spill material.
Alert Fire Brigade and tell them location and nature of hazard.
Pollutant – contain spillage.

* Wear full body protective clothing with breathing apparatus.
* Prevent, by any means available, spillage from entering drains or water courses.

Remove all ignition sources.
Stop leak if safe to do so.
Use dry clean up procedures and avoid generating dust.
Collect recoverable product into labelled containers for recycling.
Collect residues and seal in labelled drums for disposal.
Wash area down with large quantity of water and prevent runoff into drains.
If contamination of drains or waterways occurs, advise emergency services.
After clean up operations, decontaminate and launder all protective clothing and equipment before storing and re-using.

PROTECTIVE ACTIONS FOR SPILL

From IERG (Canada/Australia)
Isolation Distance 25 metres
Downwind Protection Distance 250 metres
IERG Number 38

FOOTNOTES

1 PROTECTIVE ACTION ZONE is defined as the area in which people are at risk of harmful exposure. This zone assumes that random changes in wind direction confines the vapour plume to an area within 30 degrees on either side of the predominant wind direction, resulting in a crosswind protective action distance equal to the downwind protective action distance.
2 PROTECTIVE ACTIONS should be initiated to the extent possible, beginning with those closest to the spill and working away from the site in the downwind direction. Within the protective action zone a level of vapour concentration may exist resulting in nearly all unprotected persons becoming incapacitated and unable to take protective action and/or incurring serious or irreversible health effects.
3 INITIAL ISOLATION ZONE is determined as an area, including upwind of the incident, within which a high probability of localised wind reversal may expose nearly all persons without appropriate protection to life-threatening concentrations of the material.
4 SMALL SPILLS involve a leaking package of 200 litres (55 US gallons) or less, such as a drum (jerrican or box with inner containers). Larger packages leaking less than 200 litres and compressed gas leaking from a small cylinder are also considered “small spills”. LARGE SPILLS involve many small leaking packages or a leaking package of greater than 200 litres, such as a cargo tank, portable tank or a “one-tonne” compressed gas cylinder.
5 Guide 153 is taken from the US DOT emergency response guide book.
6 IERG information is derived from CANUTEC – Transport Canada.

EMERGENCY RESPONSE PLANNING GUIDELINES (ERPG)
The maximum airborne concentration below which it is believed that nearly all individuals could be exposed for up to one hour WITHOUT experiencing or developing

life-threatening health effects is:
sodium sulfide, hydrated 75 mg/m³

irreversible or other serious effects or symptoms which could impair an individual’s ability to take protective action is:
sodium sulfide, hydrated 15 mg/m³

other than mild, transient adverse effects without perceiving a clearly defined odour is:
sodium sulfide, hydrated 2.5 mg/m³

The threshold concentration below which most people. will experience no appreciable risk of health effects:
sodium sulfide, hydrated 0.8 mg/m³

American Industrial Hygiene Association (AIHA)

Ingredients considered according exceed the following cutoffs
Very Toxic (T+) >= 0.1% Toxic (T) >= 3.0%
R50 >= 0.25% Toxic (T) >= 3.0%
R51 >= 2.5% Corrosive (C) >= 5.0%
else >= 10%
where percentage is percentage of ingredient found in the mixture

Personal Protective Equipment advice is contained in Section 8 of the MSDS.

Section 7 – HANDLING AND STORAGE

PROCEDURE FOR HANDLING
Use good occupational work practice.
Atmosphere should be regularly checked against established exposure standards to ensure safe working conditions are maintained.
Avoid all personal contact.
.
Avoid generating and breathing dust.
Wear protective clothing when risk of exposure occurs.
Avoid smoking, naked lights or ignition sources.
Avoid sources of heat.
Keep containers securely sealed when not in use.
Use in a well-ventilated area.
.
Local exhaust ventilation may be required for safe working, i.e. to keep exposures below required standards, otherwise PPE is required.
When handling, DO NOT eat, drink or smoke.
Always wash hands with soap and water after handling. Work clothes should be laundered separately.
Launder contaminated clothing before re-use.

SUITABLE CONTAINER
Multi-ply paper bag with sealed plastic liner or heavy gauge plastic bag.
NOTE: Bags should be stacked, blocked, interlocked, and limited in height so that they are stable and secure against sliding or collapse. Check that all containers are clearly labelled and free from leaks. Packing as recommended by manufacturer.

* Lined metal can, lined metal pail/ can.
* Plastic pail.
* Polyliner drum.
* Packing as recommended by manufacturer.
* Check all containers are clearly labelled and free from leaks.

STORAGE INCOMPATIBILITY
Keep dry. and Segregate from acids strong acids strong alkalis.
Contact with acids produces toxic fumes. i.e hydrogen sulfide (H2S).
STORAGE REQUIREMENTS
Keep dry.

* Store in original containers.
* Keep containers securely sealed.
* No smoking, naked lights or ignition sources.
* Store in a cool, dry, well-ventilated area.
* Store away from incompatible materials and foodstuff containers.
* Protect containers against physical damage and check regularly for leaks.
* Observe manufacturer’s storing and handling recommendations.

DO NOT use aluminium, galvanised or tin-plated containers.
Atmosphere should be regularly checked against established exposure standards to ensure safe working conditions are maintained.
Check regularly for gas leaks.

Section 8 – EXPOSURE CONTROLS / PERSONAL PROTECTION

EXPOSURE CONTROLS

Source Material TWA ppm TWA mg/m³ STEL ppm STEL mg/m³ Peak ppm Peak mg/m³ TWA F/CC
Australia Exposure Standards sodium sulfide, hydrated (Inspirable dust (Not specified)) 10
Australia Exposure Standards hydrogen sulfide (Hydrogen sulphide) 10 14 15 21
Australia Exposure Standards sodium thiosulfate (Inspirable dust (Not specified)) 10
Australia Exposure Standards sodium carbonate (Inspirable dust (Not specified)) 10

EMERGENCY EXPOSURE LIMITS
Material Revised IDLH Value (mg/m3) Revised IDLH Value (ppm)
hydrogen sulfide 100

ODOUR SAFETY FACTOR (OSF)
OSF=1.2E3 (sodium sulfide, hydrated)
Exposed individuals are reasonably expected to be warned, by smell, that the Exposure Standard is being exceeded.
Odour Safety Factor (OSF) is determined to fall into either Class A or B.
The Odour Safety Factor (OSF) is defined as:
OSF= Exposure Standard (TWA) ppm/ Odour Threshold Value (OTV) ppm
Classification into classes follows:
Class OSF Description
A 550 Over 90% of exposed individuals are aware by smell that the Exposure Standard (TLV-TWA for example) is being reached, even when distracted by working activities
B 26-550 As “A” for 50-90% of persons being distracted
C 1-26 As “A” for less than 50% of persons being distracted
D 0.18-1 10-50% of persons aware of being tested perceive by smell that the Exposure Standard is being reached
E 100ppm cause odour paralysis with
loss of all hazard warning and may be fatal.
INGREDIENT DATA
HYDROGEN SULFIDE:
Odour Threshold Value: 0.0011 ppm (detection), 0.0045 ppm (recognition)
NOTE: Detector tubes for hydrogen sulfide, measuring in excess of 0.5 ppm
are available commercially.
The TLV-TWA is protective against sudden death, eye irritation,
neurasthenic symptoms such as fatigue, headache, dizziness, and
irritability, or permanent central nervous system effects that may result
from acute, subchronic, or acute exposure to hydrogen sulfide.
The offensive odour of hydrogen sulfide does not give a reliable warning
signal because olfactory fatigue occurs at concentrations of 150 to
200 ppm.
Hydrogen sulfide is probably the leading cause of sudden death in the
workplace. Lethal hydrogen sulfide toxicity following inhalation of
1000-2000 ppm paralyses the respiratory centre and causes breathing to
stop. At concentrations between 500 to 1000 pm, the carotid bodies are
stimulated causing hypernea which is followed by apnea. Low concentrations
(50-1500 ppm) produce eye and respiratory tract irritation. Prolonged
exposure to concentrations of the order of 250-500 ppm may produce
pulmonary oedema although 50 ppm has also reportedly produced this effect.
Concentrations in excess of 50 ppm produce acute conjunctivitis with pain,
lachrymation and photophobia. These acute changes may progress to
keratoconjunctivitis and vesiculation of the corneal epithelium.
Concentrations between 5 and 30 ppm produce ocular toxicity.
SODIUM CARBONATE:
It is the goal of the ACGIH (and other Agencies) to recommend TLVs (or their equivalent) for all substances for which there is evidence of health effects at airborne concentrations encountered in the workplace.
At this time no TLV has been established, even though this material may produce adverse health effects (as evidenced in animal experiments or clinical experience). Airborne concentrations must be maintained as low as is practically possible and occupational exposure must be kept to a minimum.
NOTE: The ACGIH occupational exposure standard for Particles Not Otherwise Specified (P.N.O.S) does NOT apply.
Sensory irritants are chemicals that produce temporary and undesirable side-effects on the eyes, nose or throat. Historically occupational exposure standards for these irritants have been based on observation of workers’ responses to various airborne concentrations. Present day expectations require that nearly every individual should be protected against even minor sensory irritation and exposure standards are established using uncertainty factors or safety factors of 5 to 10 or more. On occasion animal no-observable-effect-levels (NOEL) are used to determine these limits where human results are unavailable. An additional approach, typically used by the TLV committee (USA) in determining respiratory standards for this group of chemicals, has been to assign ceiling values (TLV C) to rapidly acting irritants and to assign short-term exposure limits (TLV STELs) when the weight of evidence from irritation, bioaccumulation and other endpoints combine to warrant such a limit. In contrast the MAK Commission (Germany) uses a five-category system based on intensive odour, local irritation, and elimination half-life. However this system is being replaced to be consistent with the European Union (EU) Scientific Committee for Occupational Exposure Limits (SCOEL); this is more closely allied to that of the USA.
OSHA (USA) concluded that exposure to sensory irritants can:

* cause inflammation
* cause increased susceptibility to other irritants and infectious agents
* lead to permanent injury or dysfunction
* permit greater absorption of hazardous substances and
* acclimate the worker to the irritant warning properties of these substances thus increasing the risk of overexposure.

OEL STEL: (Russia) 5 mg/m3

PERSONAL PROTECTION

EYE

* Chemical goggles

* Full face shield

DO NOT wear contact lenses.

* Contact lenses may pose a special hazard; soft contact lenses may absorb and concentrate irritants. A written policy document, describing the wearing of lens or restrictions on use, should be created for each workplace or task. This should include a review of lens absorption and adsorption for the class of chemicals in use and an account of injury experience. Medical and first-aid personnel should be trained in their removal and suitable equipment should be readily available. In the event of chemical exposure, begin eye irrigation immediately and remove contact lens as soon as practicable. Lens should be removed at the first signs of eye redness or irritation – lens should be removed in a clean environment only after workers have washed hands thoroughly. [CDC NIOSH Current Intelligence Bulletin 59]

HANDS/FEET
DO NOT handle directly. Wear gloves and use scoop / tongs / tools.
Elbow length PVC gloves. and

* Barrier cream

Safety footwear.
OTHER
Overalls.

* Eyewash unit.

Ensure there is ready access to a safety shower.
Ensure that there is ready access to breathing apparatus.
RESPIRATOR
Protection Factor Half-Face Respirator Full-Face Respirator Powered Air Respirator
10 x ES P1 Air-line* – – PAPR-P1 –
50 x ES Air-line** P2 PAPR-P2
100 x ES – P3 –
Air-line* –
100+ x ES – Air-line** PAPR-P3
* – Negative pressure demand ** – Continuous flow.
The local concentration of material, quantity and conditions of use determine the type of personal protective equipment required.
For further information consult site specific CHEMWATCH data (if available), or your Occupational Health and Safety Advisor.

ENGINEERING CONTROLS
Local exhaust ventilation may be required for safe working, i.e. to keep exposures below required standards, otherwise PPE is required.
If risk of overexposure exists, wear SAA approved respirator.
In confined spaces, the following protective equipment should be worn:.
Full-face air supplied breathing apparatus.
Provide adequate ventilation in warehouse or closed storage areas.

Section 9 – PHYSICAL AND CHEMICAL PROPERTIES

APPEARANCE
White to pink flakes; slight hydrogen sulfide (rotten egg) odour. Has greater than 30 % water of crystallisation, comprise principally the trihydrate, but also the pentahydrate and nonahydrate. Higher hydrates discolour on exposure to light and air; changing from yellow brown to brownish black. Higher hydrates melt readily as they are essentially solid solutions. Solid sodium sulfide in contact with air exothermically oxidises to sodium carbonate, sodium thiosulfate and hydrogen sulfide. Releases low levels of hydrogen sulfide (H2S) at room temperature. Mildly corrosive to most metals. REACTIVE: mixing with acids etc. results in rapid release of toxic and flammable H2S gas.
PHYSICAL PROPERTIES
Solid.
Mixes with water.
Corrosive.
Alkaline.
Contact with acids liberates toxic gas.
Molecular Weight: 132.08 (3H2O) Boiling Range (°C): Not applicable.
Melting Range (°C): apprx 50-90 Specific Gravity (water=1): 1.43(9H2O) 1.7
Solubility in water (g/L): Miscible pH (as supplied): Not applicable
pH (1% solution): >7 Vapour Pressure (kPa): 100 @ 145-175 C
Volatile Component (%vol): Not applicable Evaporation Rate: Not applicable
Relative Vapour Density (air=1): Not applicable Flash Point (°C): Not applicable
Lower Explosive Limit (%): 4.3 (H2S) Upper Explosive Limit (%): 45.0 (H2S)
Autoignition Temp (°C): Not available. Decomposition Temp (°C): Not available.
State: Divided solid Viscosity: Not available

Section 10 – CHEMICAL STABILITY AND REACTIVITY INFORMATION

CONDITIONS CONTRIBUTING TO INSTABILITY
Storage in unsealed containers.
.

* Presence of incompatible materials.
* Product is considered stable.
* Hazardous polymerisation will not occur.

Section 11 – TOXICOLOGICAL INFORMATION

POTENTIAL HEALTH EFFECTS

ACUTE HEALTH EFFECTS
SWALLOWED
Considered an unlikely route of entry in commercial/industrial environments.
The material is corrosive and may be fatal if swallowed Ingestion may result in nausea, abdominal irritation, pain and vomiting.
If ingested, sulfide salts can form hydrogen sulfide, causing headache, cyanosis, low blood pressure, loss of consciousness, tremors and convulsions.
EYE
The material is highly corrosive to the eyes and is capable of causing severe damage with loss of sight.
The material may produce moderate eye irritation leading to inflammation. Repeated or prolonged exposure to irritants may produce conjunctivitis.
SKIN
The material is highly discomforting and may be corrosive to the skin and is capable of causing chemical burns or allergic skin reactions and may cause in some cases, sensitisation.
Bare unprotected skin should not be exposed to this material.
The material may accentuate any pre-existing dermatitis condition.
The material may cause skin irritation after prolonged or repeated exposure and may produce on contact skin redness, swelling, the production of vesicles, scaling and thickening of the skin.
INHALED
Generated dust may be highly discomforting and may be corrosive to the upper respiratory tract if inhaled.
The vapour is highly discomforting if inhaled and inhalation may cause loss of consciousness.
if exposure is prolonged.
Inhalation of vapour may aggravate a pre-existing respiratory condition.
The material may produce respiratory tract irritation, and result in damage to the lung including reduced lung function.
Hydrogen sulfide poisoning can cause increased secretion of saliva, nausea, vomiting, diarrhoea, giddiness, headache, vertigo, memory loss, palpitations, heartbeat irregularities, weakness, muscle cramps, confusion, sudden collapse, unconsciousness and death due to paralysis of breathing (at levels above 300 parts per million). The “rotten egg” odour is not a good indicator of exposure since odour fatigue occurs and odour is lost at over 200 ppm. The gas can enter the body through a punctured ear drum and even when wearing some respiratory protection. Immediate supportive care is essential. Ensure medical help is addressed as part of the site emergency plan and that employees who may be accidentally exposed are made aware of the existence of such a plan.

CHRONIC HEALTH EFFECTS
Principal routes of exposure are usually by skin contact.
eye contact.
inhalation of generated dust and inhalation of vapour.
Long term low level exposure to hydrogen sulfide may produce headache, fatigue, dizziness, irritability and loss of sexual desire. These symptoms may also result when exposed to hydrogen sulfide at high concentration for a short period of time.

TOXICITY AND IRRITATION
Not available. Refer to individual constituents.
HYDROGEN SULFIDE:
unless otherwise specified data extracted from RTECS – Register of Toxic Effects of Chemical Substances.
TOXICITY IRRITATION
Inhalation (human) LDLo: 5.7 mg/kg Nil Reported
Inhalation (human) LCLo: 600 ppm/30m
Inhalation (human) LCLo: 800 ppm/5m
SODIUM THIOSULFATE:
unless otherwise specified data extracted from RTECS – Register of Toxic Effects of Chemical Substances.
TOXICITY IRRITATION
Oral (human) TDLo: 300 mg/kg/7d Nil Reported

[Hach]
SODIUM CARBONATE:
unless otherwise specified data extracted from RTECS – Register of Toxic Effects of Chemical Substances.
Oral (rat) LD50: 4090 mg/kg Skin (rabbit): 500 mg/24h Mild
Inhalation (rat) LC50: 2300 mg/m³/2h Eye (rabbit): 100 mg/24h Moderate
Eye (rabbit): 100 mg/30s Mild
Eye (rabbit): 50 mg SEVERE

The material may cause skin irritation after prolonged or repeated exposure and may produce on contact skin redness, swelling, the production of vesicles, scaling and thickening of the skin.
Asthma-like symptoms may continue for months or even years after exposure to the material ceases. This may be due to a non-allergenic condition known as reactive airways dysfunction syndrome (RADS) which can occur following exposure to high levels of highly irritating compound. Key criteria for the diagnosis of RADS include the absence of preceding respiratory disease, in a non-atopic individual, with abrupt onset of persistent asthma-like symptoms within minutes to hours of a documented exposure to the irritant. A reversible airflow pattern, on spirometry, with the presence of moderate to severe bronchial hyperreactivity on methacholine challenge testing and the lack of minimal lymphocytic inflammation, without eosinophilia, have also been included in the criteria for diagnosis of RADS. RADS (or asthma) following an irritating inhalation is an infrequent disorder with rates related to the concentration of and duration of exposure to the irritating substance. Industrial bronchitis, on the other hand, is a disorder that occurs as result of exposure due to high concentrations of irritating substance (often particulate in nature) and is completely reversible after exposure ceases. The disorder is characterised by dyspnea, cough and mucus production.

Section 12 – ECOLOGICAL INFORMATION

Environmental Impact:
Sodium sulfide hydrated is predicted to have high mobility in soil, to be
substantially biodegradable in water and substantially removed in
biological treatment processes.
Sulfide ion is very toxic to aquatic life, threshold concentration for
fresh or saltwater fish is 0.5ppm. The product therefore is very toxic to
aquatic life.
The major decomposition product, hydrogen sulfide, is damaging to
vegetation at 5ppm for 24 hours
Refer to data for ingredients, which follows:
HYDROGEN SULFIDE:
Fish LC50 (96hr.) (mg/l): 0.0071- 0.5
The material is classified as an ecotoxin* because the Fish LC50 (96 hours) is less than or equal to 0.1 mg/l
* Classification of Substances as Ecotoxic (Dangerous to the Environment)
Appendix 8, Table 1
Compiler’s Guide for the Preparation of International Chemical Safety Cards: 1993 Commission of the European Communities.
Toxicity Fish: LC50(96)75->395ug/L
Degradation Biological: sig
SODIUM CARBONATE:
DO NOT discharge into sewer or waterways.

Section 13 – DISPOSAL CONSIDERATIONS

Operators should be trained in procedures for safe disposal of this item.
Recycle wherever possible.
Consult manufacturer for recycling options.
Consult State Land Waste Management Authority for disposal.
Treat and neutralise at an effluent treatment plant.
Decontaminate empty containers.

Section 14 – TRANSPORTATION INFORMATION

Labels Required: CORROSIVE
HAZCHEM: 2X
UNDG:
Dangerous Goods Class: 8 Subrisk: None
UN Number: 1849 Packing Group: II
Shipping Name:SODIUM SULPHIDE, HYDRATED with not less than 30% water
Air Transport IATA:
ICAO/IATA Class: 8 ICAO/IATA Subrisk: None
UN/ID Number: 1849 Packing Group: II
Special provisions: None
Shipping Name: SODIUM SULPHIDE, HYDRATED WITH 30% OR MORE
WATER †
Maritime Transport IMDG:
IMDG Class: 8 IMDG Subrisk: None
UN Number: 1849 Packing Group: II
EMS Number: F-A,S-B Special provisions: None
Shipping Name: SODIUM SULPHIDE, HYDRATED with not less than
30% water

Section 15 – REGULATORY INFORMATION

POISONS SCHEDULE
S5

REGULATIONS
sodium sulfide, hydrated (CAS: 1313- 84- 4) is found on the following regulatory
lists;
Australia Exposure Standards
Australia High Volume Industrial Chemical List (HVICL)
Australia Inventory of Chemical Substances (AICS)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Appendix E (Part 2)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Appendix F (Part 3)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Schedule 5
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Schedule 6
IMO MARPOL 73/78 (Annex II) – List of Noxious Liquid Substances Carried in Bulk
International Council of Chemical Associations (ICCA) – High Production Volume
List
OECD Representative List of High Production Volume (HPV) Chemicals
The Australia Group Export Control List: Chemical Weapons Precursors
sodium sulfide, hydrated (CAS: 27610- 45- 3) is found on the following
regulatory lists;
Australia Exposure Standards
Australia High Volume Industrial Chemical List (HVICL)
Australia Inventory of Chemical Substances (AICS)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Appendix E (Part 2)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Appendix F (Part 3)
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Schedule 5
Australia Standard for the Uniform Scheduling of Drugs and Poisons (SUSDP) –
Schedule 6
IMO MARPOL 73/78 (Annex II) – List of Noxious Liquid Substances Carried in Bulk
International Council of Chemical Associations (ICCA) – High Production Volume
List
OECD Representative List of High Production Volume (HPV) Chemicals
The Australia Group Export Control List: Chemical Weapons Precursors

Section 16 – OTHER INFORMATION

Classification of the preparation and its individual components has drawn on official and authoritative sources as well as independent review by the Chemwatch Classification committee using available literature references.

This document is copyright. Apart from any fair dealing for the purposes of private study, research, review or criticism, as permitted under the Copyright Act, no part may be reproduced by any process without written permission from CHEMWATCH. TEL (+61 3) 9572 4700.

11 12 2007
icha

aq mo nanya ttg penanganan bahan kimia yang sifatnya toxic, explosive sama flammable, thx b4!!!

11 12 2007
Chemcare Asia Indonesia

@Icha:

SIlahkan dibaca dokumen MSDS dr produk dgn kalsifikasi bahaya tsb (Toxic, explosive, etc)

11 12 2007
Chemcare Asia Indonesia

@Icha:

SIlahkan dibaca dokumen MSDS dr produk dgn klasifikasi bahaya tsb (Toxic, explosive, etc)

6 01 2008
killua

mau tanya radioaktif itu apa? dan apa aja unsurnya and kalo bisa di jawab sekarang juga ya soalnya besok mau presentasi nih. please

6 01 2008
killua

oh iya terus saya juga minta situs lengkapya ya

20 01 2008
meera

apakah maksud bahan kimia bezena.serta kesan penggunanya dan apakah pula kebaikan pengunaan bahan kimia tersebut,serta cara mengatasinya..harap boleh tolong saya

24 01 2008
Ririn

Dear Chemcare,

Saya mau nanya nih, apabila kita melakukan cleaning dengan bensin, apakah kandungan benzene yang terdapat dalam bensin bisa menempel di permukaan barang yang kita cleaning? ataukah dia menguap sesuai dengan sifatnya?

Terima kasih atas jawabannya.

Salam,
Ririn

24 01 2008
Chemcare Asia Indonesia

mengenai Benzena bisa dibaca di wikipedia melalui alamat berikut: http://id.wikipedia.org/wiki/Benzena

Silahkan googling untuk mendapatkan informasi lainnya

30 01 2008
olfie

tlg info MSDS tp versi/bhs Indonesia utk bhn kimia analisa air boiler (cth titran, indikator, dll )

11 02 2008
Ria

Aku mau nanya nih,,
aku tuh di tugasin nyari cara cara pembuatan asam sulfat,,
emang ada berapa proses,,tolong dong kasih tau,,
apa aja prosesnya dan penjelasannya.
harap balas secepatnya ke email aku

5 03 2008
Messi

aku mau nanya tentang bahaya NaOH kristal dan sodium thiosulfat beserta cara pencegahannya.

9 03 2008
nuy

uji/identifikasi alkena gmn??????????????
jlsin dong

12 03 2008
jack

aku mau nanya bagaimanakah cara lain untuk menghilangkan sulfur dari minyak mentah (crude oil) tanpa proses pembakaran?? thaks bfor

12 03 2008
jack

aku mau nanya bagaimanakah cara lain untuk menghilangkan sulfur dari minyak mentah (crude oil) tanpa proses pembakaran?? thanks bfor

15 03 2008
vira

aku mau tanya proses pembuatan asam sulfat dengan proses kontak

15 03 2008
indah

Saya mau menanyakan bagaimana teknis/cara pembuatan soda Q / KOH dari arang tumbuhan. Yang seperti saya tahu dahulu orang membuat sabun dengan bahan dasar dari arang kayu sebelum ada bahan kimia seperti saat ini.
Jawaban tolong dikirim ke alamat email saya.
Trima kasih

16 03 2008
widi

pengen tau bahan incompatibilitas dan reaksinya???

16 03 2008
widi

kalo mau cari info lebih lengkap dimana???

23 03 2008
Ami

saya mau tanya bahaya, kegunaaan dari NH4OH dan HCl, dimana NH4OH itu kan baunya sangat tajam sedangkan HCl itu kan apabila dibuka akan mengeluarkan asap, jadi tolong dong jelasin sekalian cara penanggulangannya apabila terkena larutan tersebut. Tolong balas ke e-mail aku ya. Tq

26 03 2008
imam

terimakasih atas balasnyya. semoga SUKSES

30 03 2008
Yuni

Ahoy…!! aQ mo nanya tentang Bahan Kimia Dalam Bidang Industri, Pertanian, dan Kesehatan.

30 03 2008
topik

boleh tanya gak? perbedaan klorin 0.5% dengan 0.1% apa sih?

31 03 2008
Armansyah H

Mohon dapat diberikan alamat distributor di Indonesia.
Terima kasih atas bantuannya.

4 04 2008
mafra

sifat-sifat klorin

4 04 2008
mafra

apa pengaruh Ca(OCl)2 terhadap makhluk hidup terutama bagiikan
mohon dijawab ya..

8 04 2008
kaka

anya dunk…ferosianida bahayanya bg kshtan ap?bgmn mknismenya.

5 05 2008
Ridwan

Mau tanya langkah-langkah yang perlu di ketahui dalam melakukan Higiene Industri dalam bidang kimia apa sajasih? Makasih sebelumya

12 05 2008
teti

bagaimana cara pencegahan tindakan pertama ketika NaOH 0,1 masuk ke mulut

15 05 2008
indra

Apakah cairan SEALANT termasuk dalam category Dangerous Good?

2 07 2008
megawati diana

mau tanya duncc

semua zat kimia tu ada msds nya ga c????

11 07 2008
marsya

gini….aku punya tugas nyari industri pembuatan asam nitrat. tapi nyari dari kemarin g ketemu….. tolonga kasih informasi sedikit tentang itu ya… soalnya senin dikumpulkan. makasih.

11 07 2008
marsya

tolong segera dijawab ya…. benar-benar penting! kalau bisa yang lengkap!

12 07 2008
adit

dear chemcare,
mau nyanya ni..bisa gak crude oil yang berada di dalam pit system (bak terbuka untuk proses settling) dengan bagian lapisan bawah air dan bagian atas lapisan minyak, mengalami proses dekomposisi menjadi amonia dengan kadar mencapai amonia yg terlarut dalam air mencapai 7ppm. atau adakah hubungannya dengan dekomposisi oleh bakteri nitrifikasi???
Kemudian bagaimana cara mengurangi kadar amonia ini dalam air buangan…bisakah menggunakan biofiltrasi???metode ap yg cocok??
Kirim ke emai ya…thanks berat

23 07 2008
windformation

SaLam..
Mau Tanya,, batas bilangan peroksida dalam bahan pangan tuh sebenernya berapa siy? terima kasih,,
(MaaF y Ga nyambung tp Td di postingannya liat ttg ambang batas gitu,, jd pengen tau juga,, makasiy sebelumnya,,

30 07 2008
nugroovez

Mo nanya nih, boleh kan? Itu tuh kalo kita memurnikan emas, biasanya memakai HCl, dah gitu dipanasin lagi. Uapnya kan bahaya banget tuh. Kalo uapnya di-exhaust, apa media yang bisa menyerap racun HCl? Apakah memakai air biasa, zeolit (pasir kucing) bisa? Terima kasih

1 08 2008
aniesa puspitasari

dear chemcare
mau tanya msds seyton sama eurochem 212. soalnya susah nyari di internet.
thanks
best regards

25 08 2008
Iwan

Kalium Permanganat dpt difungsikan sbg oksidasi Ferro, bagaimana reaksinya sih dan boleh nggak dipakai di Water Treatment Plant?

3 09 2008
Bambang Soeryanto

hai mau tanya nih
sebuah produksi kimia pada skala industri besar, bagaimana menghitung resiko kebocoran dan batas toleransi yang dapat di teima tubuh manusia pada produk berikut :
a. Asam Phospat
b. Asam Sulfat

7 09 2008
agustinus

dear chemcare,
saya mengendapkan air keruh (mengandung partikel batu apung) dengan h2so4,selanjutnya apa yg harus dilakukan supaya air tsb normal kembali?

7 09 2008
agustinus

tengkiu…

22 09 2008
diana

untuk menghilangkan bau pada limbah padat pake apa yach?

5 10 2008
hesty afrida

mauu nnya dunkzz

msds asam salisilat versi Indonesia????

6 10 2008
indri

mau tanya gimana caranya buka website bwt cri MSDS soalnya ga pernah ketemu di web mn pun.

14 10 2008
widiada

Kepada yth. pengasuh Chemcare Asia Indonesia.
Saya ingin penjelasan tentang:
a. Pengertian tentang Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)?
b. Jenis-jenis bahan berbahaya dan beracun (B3) yang biasa ada pada pangan atau makanan?
c. Bagaimana cara mengidentifikasi keberadaan dari masing-masing B3 tersebut dalam pangan atau makanan?
d. Apakah ada makalah atau website yang bisa diakses untuk masalah B3 khususnya pada pangan/makanan?
Terimakasih banyak atas penjelasannya.

19 10 2008
Kunlun

Slmt mlm, Chem Care, Blog yang hebat n sangat membantu.
untuk membuka
http://www.patana.ac.th/parents/curriculum/chemistry/units/LR1702.html
diminta username dan password, bgmn?
Trims. ^^

14 11 2008
ani

mav mau tanya
1.MSDS asam klorida
2.MSDS asam nitrat

4 12 2008
ian

dear chemcare….

mohon bantu saya…
saya pengen tau,,Na2-EDTA itu disebut juga Na2H2Y ya??
terus,,apa ya sifat fisik dari bahan kimia tersebut???
lalu,,,apa ya sifat kimia nya???
dan yang terakhir,,,apa saja bahayanya dan bagaimana penanganannya??
tolong dijelaskan…
terimakasih…

(^^)v

oia,,,,waktu sy cri msds ttg as.sulfat,,,sy buka blog ini n sy ngrasa kebantu bgt…makasi iah…

chemcare,,,te2p exist iah…
wukay…

sMa9adH…!!!

v(^o^)v

5 12 2008
ian

dear chemcare…

sy mw mnt bantuan…
tlg beri tau sy,,,

Na2H2Y itu sama dengan Na2EDTA ya??
sifat fisik Na2EDTA itu apa saja ya??
sifat kimia Na2EDTA itu apa saja ya??
kemudian,,apa saja bahaya Na2EDTA dan bagaimana cara penanganannya??

terimakasih sblmnya…

5 12 2008
ian

dear chemcare..

sy mw tny,,
Na2H2Y itu sama dengan Na2EDTA ya???
sifat fisik Na2EDTA itu apa saja??
sifat kimia Na2EDTA itu apa saja??
kemudian bahaya Na2EDTA itu apa saja dan bagaimana cara menanganinya??

mohon dijawab..

terimakasih sebelumnya..

8 12 2008
ian

dear chemcare

sy mau tny,,
1. Na2H2Y itu sama dengan Na2EDTA ya??
2. apa ya sifat fisik Na2EDTA??
3. apa ya sifat kimia Na2EDTA??
4. apa ya bahaya Na2EDTA dan bagaimana penanganannya??
terimakasih atas penjelasannya.

9 12 2008
ian

dear chemcare

tlg dijelasikan,
1. Na2EDTA itu sama dengan Na2H2Y ya???
2. apa sifat fisik Na2EDTA??
3. apa sifat kimia Na2EDTA??
4. apa bahaya Na2EDTA dan bagaimana penanganannya???

terimakasih.
(^^)

10 12 2008
ian

dear chemcare

tlg dijelaskan
1. Na2EDTA itu sama dengan Na2H2Y ya??
2. apa saja sifat fisik Na2EDTA?
3. apa saja sifat kimia Na2EDTA?
4. apa saja bahaya Na2EDTA dan bagaimana penanganannya??

terimakasih atas penjelasannya.

16 01 2009
jogi

salam,
mau nanya neh gimana sih caranya menetralisir limbah sladge dari Cu yang dalam prosesnya pengambilan Cu nya menggunakan H2SO4, thank!!! Kalo bisa tol balas ke email.

19 01 2009
nanda tzb

wow …..
awesome work ….
thanks for the info ….

much appreciate ….

28 01 2009
bekti

mau nanya neh, ada yang berapakah nilai kalori lube oil…? merek dan jenis gak masalah yang penting kalori lube oil

30 01 2009
MedsOnline

Saya mau nanya nih, apabila kita melakukan cleaning dengan bensin, apakah kandungan benzene yang terdapat dalam bensin bisa menempel di permukaan barang yang kita cleaning? ataukah dia menguap sesuai dengan sifatnya?

7 04 2009
ika ahmaliah

mau nanya ni…
bahan kimia yang bersifat korosif yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja tu apa ya?
trima kasih

6 05 2009
nanda

Aku mo nanya nih klo NH4OH itu bahay nya apa aja ? Trs klo uda keisep baunya nyengat banget nah apa yg mesti dilakuin klo uda keisep ? Balas ke e-mail aku ya thx

13 06 2009
murdiah as-sasaqi

tolong kalau ngasi info itu yang bener2 asli, dan tolong juga dilengkapi

30 01 2011
lili puspadewi

berapa batas maksimum penggunaannya???

salam,
lili

17 04 2011
william

apa pengertian naoh, manfaat serta bahayanya thx b4.

30 06 2011
ernawati

mw tax apakah klw menghirup bahan2 kimia bisa mexebabkan kemandulan . thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: